<
Minggu, 20 Oktober 2019, WIB
Breaking News

Jumat, 02 Agu 2019, 22:39:58 WIB, 58 View TPR, Kategori : Blog


Salah satu bukti kekuatan palembang di masa lampau yaitu Benteng Kuto Besak yang letaknya berada di pinggiran sungai musi dan berdekatan dengan Jembatan Ampera serta Masjid Agung Palembang yang tak jauh juga dari situ. Benteng Kuto Besak yaitu bangunan keraton yang pada kala XVIII menjadi sentra Kesultanan Palembang. Gagasan mendirikan Benteng Kuto Besak diprakarsai oleh Sultan Mahmud Badaruddin I yang memerintah pada tahun 1724-1758 dan pelaksanaan pembangunan Benteng Kuto Besak diselesaikan oleh penerusnya yaitu Sultan Mahmud Bahauddin yang memerintah pada tahun 1776-1803. Sultan Mahmud Bahauddin ini yaitu seorang tokoh kesultanan Palembang Darussalam yang realistis dan simpel dalam perdagangan Internasional, serta seorang agamawan yang menimbulkan Kota Palembang sebagai sentra sastra agama di Nusantara. Menandai kiprahnya sebagai sultan, dia pindah dari Keraton Kuto Lamo ke Kuto Besak. Belanda menyebut Kuto Besak sebagai nieuwe keraton alias keraton baru.

Benteng Kuto Besak ini mulai dibangun pada tahun 1780 dengan arsitek yang tidak diketahui dengan niscaya dan pelaksanaan pengawasan pekerjaan dipercayakan pada seorang Tionghoa. Untuk membangun Benteng Kuto Besak arsitek memakai kerikil kapur yang ada di daerah pedalaman Sungai Ogan sebagai Semen perekat bata ditambah dengan putih telur. Waktu yang dipergunakan untuk membangun Benteng Kuto Besak ini kurang lebih 17 tahun. Keraton ini ditempati secara resmi pada hari Senin pada tanggal 21 Februari 1797.

Berbeda dengan letak keraton usang yang berlokasi di daerah pedalaman, keraton gres berdiri di posisi yang sangat terbuka, strategis, dan sekaligus sangat indah. Posisinya menghadap ke Sungai Musi.
Pada masa itu, Kota Palembang masih dikelilingi oleh belum dewasa sungai yang membelah wilayah kota menjadi pulau-pulau. Benteng Kuto Besak pun seolah berdiri di atas pulau lantaran dibatasi oleh Sungai Sekanak di bab barat, Sungai Tengkuruk di bab timur, dan Sungai Kapuran di bab utara.

Benteng Kuto Besak ketika ini ditempati oleh Komando Daerah Militer (Kodam) Sriwijaya. Dan disana juga terdapat kantor kesehatan Kodam II Sriwijaya beserta rumah sakit.

Pembangunan dan penataan daerah di sekitar Plaza Benteng Kuto Besak diproyeksikan akan menjadi tempat hiburan terbuka yang menjual pesona Musi dan bangunan-bangunan bersejarah. Jika dilihat dari daerah Seberang Ulu atau Jembatan Ampera, pemandangan yang tampak yaitu pelataran luas dengan latar belakang gugusan pohon palem di halaman Benteng Kuto Besak, dan menara air di Kantor Wali Kota Palembang.

Benteng Kuto Besak ini merupakan satu-satunya benteng di Indonesia yang berdinding kerikil dan memenuhi syarat perbentengan / pertahanan yang dibangun atas biaya sendiri untuk keperluan pertahanan dari serangan musuh bangsa Eropa dan tidak diberi nama jagoan Eropa. Jika anda ingin menikmati keindahan Benteng Kuto Besak beserta indahnya sungai musi ada baiknya anda tiba di malam hari, lantaran di malam hari suasana akan terasa lebih dramatis. Cahaya dari gugusan lampu-lampu taman membuat refleksi warna kuning pada permukaan sungai.

 

 




Taman Wisata Punti Kayu yang Menakjubkan
Kamis, 19 Sep 2019, 17:40:45 WIB, Dibaca : 49 Kali
Keindahan Wisata Bukit Siguntang di Palembang
Kamis, 19 Sep 2019, 10:54:55 WIB, Dibaca : 29 Kali
Wisata Kota Palembang
Kamis, 19 Sep 2019, 10:46:56 WIB, Dibaca : 34 Kali

Ada 1 Komentar
Tuliskan Komentar